My Wife,
My Little Friend
Cerita
ini hanya khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu
semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…
PART 9
“hey,,,
ko diem,,,” tegur nagita yang melihat raffi tak memetik gitarnya lagi,
melainkan ia memandang dirinya dalam dalam
“hello
raffi,,,” seru nagit sekali lagi,,,, sembari melambai lambaikan tanggnny persis
di depan muka raffi
“eh iya
,, sory sory,,,” jawab raffi
“ko lu
liatn gw she, ada yang aneh yah,,” jar gigi sembari merapihkan rambutnya
“engga
ko,, nggak usah di gituin udah cantik,,,” ujar raffi tanpa raffi sadrai
tanggannya reflek memegang tangan gigi yang sedang merapihkan rambut.
Menyadari
hal itu, gigi seketika diam, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya,
dalam beberapa detik suasana hening, mereka saling menatap satu sama lain,
seakan memberikan kata kata “I LOVE YOU” melalui sorot matanya.
sepertinya alam pun memberi restu dan
memberikan kesemapat pada sepasang anak adam untuk sebentar menikmati suasana
seperti ini, agar mereka menyadari akan perasaan masing masing.
Wwwuiiiiissss,,,,,,,,
Tiba tiba
anggin bertiup kencang, mengagetkan lamunan keduanya
“aduh,,,,,”
seru gigi yang menydari ada beberapa debu masuk kedalam matanya
“sini
sini,,,” ujar raffi yang di ikuti gerak tanggannya menuju kepala nagita, dan
memanyunkan bibirnya dan meniupkan mata kanan nagita yang dimasuki debu
Mendapatkan
perlakuan seperti itu, jantung nagita berdegup kencang,
“,,, udah
udah,,,”seru gigi
“beneran,,,?
Matanya masih merah gitu ko, bentar gw ambilin obt dulu di dalem,,” ujar raffi
yang diikti lngkah kakinya yang tak dapat di hentikan oleh gigi, menuju villa.
“sini aku
obtain dulu,,,” ujar raffi yang sedang membuka tutup dari tetes mata yang dia
pegang, namun tiba tiba tangan gigi memegang tangan raffi “udah, aku bias ko
sendiri,,,, sinih,” raffi pun diam ia hanya melihat tanggan nagita yang tengah
mengambil obat dari tangannya lalu nagita pun menetes kan obatnya sendiri
“,,,
uuuuhh udah,,,” seru gigi lalu menyereahkan obat itu pada raffi
……………
“uuuhhh
so sweet,,,” ujar kia yang menyaksikan pemandangan itu di dalam villa
“tuh kan
gw bilang apa mereka tuh saling cinta tapi dia tuh malu,,, uh dasar,,” ujar
bily sok tau
“seetttt
diem diem,,,,” seru kia
“eh eh
mereka kesini tuh,,,” seru irwan
Lalu
mereka pun langsung duduk di depan tv seakan tidak terjadi apa apa, agar nagit
dn raffi tidak curiga.
Ke esokan
harinya mereka bily, kia, irwan,coky, anya, raffi dan gigi berniat untuk jalan
jalan di sekitar villa. Yang di ketahui terdapat wisata kebun the ang berlokasi
tak jauh dari villa tersebut.
Tapi tiba
tiba raffi mendapat telephon
“hallo,,,
iya nas, ni aa” suara raffi mengankat telphon
“apa,,,,!!!!
Jangn becanda nas,,,” seru raffi
“ya udah
aa pulang sekarang,,,” ujar raffi lalu menutup telphon
“kenapa
lu phi,,,” Tanya bily
“bokap gw
masuk rumahsakit bil, kena serangan jantung tadi pagi,,” ujar raffi panic
“hah ,,,,
“ seru semua dengan hamper bersamaan
“ya udah
kita pulng sekarang,,,” seru irwan, sembari masuk vila untuk membereskan barang
barang yang trsisa di dalam
“ga usah
wan, gw bias ko pulang sendiri, kalian hav fun aj di sini,,,” ujar raffi tegar
“enak aja
ga bias dong,,, jita harus pulang sekarang” ujar bily
“iya
fi,,, gimana pun juga kita harus sama sama, kita tuh udah jadi temen dari dulu,
susah senang kita jalani bersama,,,,” ujar gigi
“,,,
makasih yah semua,,,,” ujar raffi
Lalu
mereka semua pun berpelukan (ala ala teletubies gitu…..)
“maaf yah
gara gara gw, kalian batal jalan jalan,,, tapi sekli lagi makasih”
“kita ga
papa ki, yakan yakan,,,”seru bily yang di ikuti iya an dari semua penghuni
villa.
Sesampainya
di rumah sakin timn ayah raffi di rawat, semua hanya diam memberikan support
dan doa kepada keluarga raffi
3 hari
setelah kejadian itu, kia yang mendapatkan kabar dari irwan tersentak kaget,,,
“apa,,,,,
!!! inalilahiwainalaihi rojiun,,,” seru kia
“apa
apa,,” seru gigi penasaran
“bokap
raffi gi,,, udah ndak ada,,,” ujar kia lalu mereka pun berpelukan, gigi pun
menenangkan kia yang meneteskan air matanya.
“ya udah
kita ke rumah raffi sekarang,,,” seru gigi
Terlihat
bendera kuning trbentang di depan rumah raffi, tenda pun tengah di didirikan.
Sanak sodara terlihat satu persatu memenuhi ruang tamu.
Suara
lantunan ayat suci alkuran terdengar memenuhi ruangan, tapi tak terlihat raffi
di situ,,,
Irwan,
bily langsung duduk diantara pelayat yang lain, tapitidak dengan gigi, ia
melangkah menuju ibund raffi yng sedang menangis di samping jasat yang tertutp
kain.
“tante,,,,”
sapa gigi
Dengan
sepontan, nagita langsung memeluk ibu amy (ibunda raffi) Tanpa sadar ia pun
meneteskan air matanya.
“yang
sabar yah bu,,,” jar nagita
“makasih
yah,,, kamu temannya raffi??” Tanya ibu amy
“iya
tan,,,” jawab gigi
“temani
raffi nak,, bujuk dia untuk turun, dia di atas di dalam kamar” ujar mama amy
Nagita
pun melangkah menuju kamar yang mama amy maksud, perlahan ia mengetuk pintu
yang terkunci
“took
took took,,, fi raffi,, ini nagita,,,” seru nagita
“ngapain
mau kesini,,,” seru suara bi balik pintu tersebut
“fii,,,,
buka dulu dong gw mau ngomong bentar,,” seru gigi
“nggak,,,,
baring w sendiri,,,aaaaaaarrrggghhh” suara affi semakin parau, terdengar ia
tengah membanting sesuatu didalam kamarnya
Nagita
terlihat ketakutan tetapi ia harus bias menguatkan raffi
“fi apa
kamu ga mau liat ayah kamu yang terakhir kalinya,,,??” seru gigi
Tak
terdengar suara apapun di dalam kamar
Ckkkereeekkk,,
suara pintu di buka, terlihat sosok lusuh saat pintu di buka
raffi
yang masih di depan pintu Lalu duduk ia menutup mukanya dengan kedua tangannya
tak terasa air mata nagita pun jatuh, menyaksikan kejadian tersebut, sosok rffi
yang terlihat begitu tegar di depannya, kini ia terlihat rapuh takberdaya.
“fiii
raffi dengerin gw dulu,,, apa llu mau bokap lu lia kelakuan lu kaya gini,,,,”
seru gigi
“bokap lu
mau liat lu yang dulu, sosok raffi yang tegar, yang bias jadi panutan buat adik
adik lu fi, yang bias ngejagain mereka semua,,,,,” ujar gigi dengan nada halus
Suara
tangisan raffi semakin keras terdengar, gigi pun memegang pundak raffi dan
memberikan bahunya untuk sekedar bersandar,,,
Dalam
bahu nagita, raffi tak henti hentinya mengeluarkan air mata, gigi tak
melepaskan tangag nya dari kepala dan pundak raffi untuk menenangkan perasaan
raffi.
“,, turun
yuk,, semua sudah menunggu, kamu ambil air wudu dulu biar nanti kita bias ngaji
bareng, dan kamu bias ikut solat jenazh bareng yang lain,,,” ujar gigi
Raffi bangkit
dari posisinya, ia pun menyeka mata yang masih terlihat sisa sisa air yang
keluar
Di ruang tamu
velove terlihat sedang duduk di samping mama amy, ia lalu segera bangkit dan
berjalan menuju raffi yang sedang menuruni anak tangga bersama nagita di
sampingnya
“raffi,,,
yang sabar yah sayang,,” ujr velove
“iya
makasih yah,,, tapi ma’af aku udah wudhu,,,,, ayo silahkan duduk,,,” ujr raffi
yang menghentikan langkah velove yang hendk memeluknya
Upacara
pemakaman pun berjalan dengan lancar,
“tante,
raffi,,, kita pulang dulu yh,,, sekli lagi kita turut berduka cita,,,” ujar
gigi
“tante
yang sabar, “ ujar kia
“kalo
butuh pa apa tinggal bilang ke kita ga usah sungkn sungkan tante” imbuh irwan
link part 8 : http://mywifemylittlefriendpart8.blogspot.com/
link part 10 : http://mywifemylittlefriendpart10.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar