Selasa, 14 Oktober 2014



My Wife, My Little Friend
 
Cerita ini hanya khayalan semata… apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, itu semua hanya kebetulan , jadi mohon maaf yah…

PART 9
“hey,,, ko diem,,,” tegur nagita yang melihat raffi tak memetik gitarnya lagi, melainkan ia memandang dirinya dalam dalam
“hello raffi,,,” seru nagit sekali lagi,,,, sembari melambai lambaikan tanggnny persis di depan muka raffi
“eh iya ,, sory sory,,,” jawab raffi
“ko lu liatn gw she, ada yang aneh yah,,” jar gigi sembari merapihkan rambutnya
“engga ko,, nggak usah di gituin udah cantik,,,” ujar raffi tanpa raffi sadrai tanggannya reflek memegang tangan gigi yang sedang merapihkan rambut.
Menyadari hal itu, gigi seketika diam, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, dalam beberapa detik suasana hening, mereka saling menatap satu sama lain, seakan memberikan kata kata “I LOVE YOU” melalui sorot matanya.
 sepertinya alam pun memberi restu dan memberikan kesemapat pada sepasang anak adam untuk sebentar menikmati suasana seperti ini, agar mereka menyadari akan perasaan masing masing.
Wwwuiiiiissss,,,,,,,,
Tiba tiba anggin bertiup kencang, mengagetkan lamunan keduanya
“aduh,,,,,” seru gigi yang menydari ada beberapa debu masuk kedalam matanya
“sini sini,,,” ujar raffi yang di ikuti gerak tanggannya menuju kepala nagita, dan memanyunkan bibirnya dan meniupkan mata kanan nagita yang dimasuki debu
Mendapatkan perlakuan seperti itu, jantung nagita berdegup kencang,
“,,, udah udah,,,”seru gigi
“beneran,,,? Matanya masih merah gitu ko, bentar gw ambilin obt dulu di dalem,,” ujar raffi yang diikti lngkah kakinya yang tak dapat di hentikan oleh gigi, menuju villa.
“sini aku obtain dulu,,,” ujar raffi yang sedang membuka tutup dari tetes mata yang dia pegang, namun tiba tiba tangan gigi memegang tangan raffi “udah, aku bias ko sendiri,,,, sinih,” raffi pun diam ia hanya melihat tanggan nagita yang tengah mengambil obat dari tangannya lalu nagita pun menetes kan obatnya sendiri
“,,, uuuuhh udah,,,” seru gigi lalu menyereahkan obat itu pada raffi
……………
“uuuhhh so sweet,,,” ujar kia yang menyaksikan pemandangan itu di dalam villa
“tuh kan gw bilang apa mereka tuh saling cinta tapi dia tuh malu,,, uh dasar,,” ujar bily sok tau
“seetttt diem diem,,,,” seru kia
“eh eh mereka kesini tuh,,,” seru irwan
Lalu mereka pun langsung duduk di depan tv seakan tidak terjadi apa apa, agar nagit dn raffi tidak curiga.
Ke esokan harinya mereka bily, kia, irwan,coky, anya, raffi dan gigi berniat untuk jalan jalan di sekitar villa. Yang di ketahui terdapat wisata kebun the ang berlokasi tak jauh dari villa tersebut.
Tapi tiba tiba raffi mendapat telephon
“hallo,,, iya nas, ni aa” suara raffi mengankat telphon
“apa,,,,!!!! Jangn becanda nas,,,” seru raffi
“ya udah aa pulang sekarang,,,” ujar raffi lalu menutup telphon
“kenapa lu phi,,,” Tanya bily
“bokap gw masuk rumahsakit bil, kena serangan jantung tadi pagi,,” ujar raffi panic
“hah ,,,, “ seru semua dengan hamper bersamaan
“ya udah kita pulng sekarang,,,” seru irwan, sembari masuk vila untuk membereskan barang barang yang trsisa di dalam
“ga usah wan, gw bias ko pulang sendiri, kalian hav fun aj di sini,,,” ujar raffi tegar
“enak aja ga bias dong,,, jita harus pulang sekarang” ujar bily
“iya fi,,, gimana pun juga kita harus sama sama, kita tuh udah jadi temen dari dulu, susah senang kita jalani bersama,,,,” ujar gigi
“,,, makasih yah semua,,,,” ujar raffi
Lalu mereka semua pun berpelukan (ala ala teletubies gitu…..)
“maaf yah gara gara gw, kalian batal jalan jalan,,, tapi sekli lagi makasih”
“kita ga papa ki, yakan yakan,,,”seru bily yang di ikuti iya an dari semua penghuni villa.
Sesampainya di rumah sakin timn ayah raffi di rawat, semua hanya diam memberikan support dan doa kepada keluarga raffi
3 hari setelah kejadian itu, kia yang mendapatkan kabar dari irwan tersentak kaget,,,
“apa,,,,, !!! inalilahiwainalaihi rojiun,,,” seru kia
“apa apa,,” seru gigi penasaran
“bokap raffi gi,,, udah ndak ada,,,” ujar kia lalu mereka pun berpelukan, gigi pun menenangkan kia yang meneteskan air matanya.
“ya udah kita ke rumah raffi sekarang,,,” seru gigi
Terlihat bendera kuning trbentang di depan rumah raffi, tenda pun tengah di didirikan. Sanak sodara terlihat satu persatu memenuhi ruang tamu.
Suara lantunan ayat suci alkuran terdengar memenuhi ruangan, tapi tak terlihat raffi di situ,,,
Irwan, bily langsung duduk diantara pelayat yang lain, tapitidak dengan gigi, ia melangkah menuju ibund raffi yng sedang menangis di samping jasat yang tertutp kain.
“tante,,,,” sapa gigi
Dengan sepontan, nagita langsung memeluk ibu amy (ibunda raffi) Tanpa sadar ia pun meneteskan air matanya.
“yang sabar yah bu,,,” jar nagita
“makasih yah,,, kamu temannya raffi??” Tanya ibu amy
“iya tan,,,” jawab gigi
“temani raffi nak,, bujuk dia untuk turun, dia di atas di dalam kamar” ujar mama amy
Nagita pun melangkah menuju kamar yang mama amy maksud, perlahan ia mengetuk pintu yang terkunci
“took took took,,, fi raffi,, ini nagita,,,” seru nagita
“ngapain mau kesini,,,” seru suara bi balik pintu tersebut
“fii,,,, buka dulu dong gw mau ngomong bentar,,” seru gigi
“nggak,,,, baring w sendiri,,,aaaaaaarrrggghhh” suara affi semakin parau, terdengar ia tengah membanting sesuatu didalam kamarnya
Nagita terlihat ketakutan tetapi ia harus bias menguatkan raffi
“fi apa kamu ga mau liat ayah kamu yang terakhir kalinya,,,??” seru gigi
Tak terdengar suara apapun di dalam kamar
Ckkkereeekkk,, suara pintu di buka, terlihat sosok lusuh saat pintu di buka
raffi yang masih di depan pintu Lalu duduk ia menutup mukanya dengan kedua tangannya tak terasa air mata nagita pun jatuh, menyaksikan kejadian tersebut, sosok rffi yang terlihat begitu tegar di depannya, kini ia terlihat rapuh takberdaya.
“fiii raffi dengerin gw dulu,,, apa llu mau bokap lu lia kelakuan lu kaya gini,,,,” seru gigi
“bokap lu mau liat lu yang dulu, sosok raffi yang tegar, yang bias jadi panutan buat adik adik lu fi, yang bias ngejagain mereka semua,,,,,” ujar gigi dengan nada halus
Suara tangisan raffi semakin keras terdengar, gigi pun memegang pundak raffi dan memberikan bahunya untuk sekedar bersandar,,,
Dalam bahu nagita, raffi tak henti hentinya mengeluarkan air mata, gigi tak melepaskan tangag nya dari kepala dan pundak raffi untuk menenangkan perasaan raffi.
“,, turun yuk,, semua sudah menunggu, kamu ambil air wudu dulu biar nanti kita bias ngaji bareng, dan kamu bias ikut solat jenazh bareng yang lain,,,” ujar gigi
Raffi bangkit dari posisinya, ia pun menyeka mata yang masih terlihat sisa sisa air yang keluar
Di ruang tamu velove terlihat sedang duduk di samping mama amy, ia lalu segera bangkit dan berjalan menuju raffi yang sedang menuruni anak tangga bersama nagita di sampingnya
“raffi,,, yang sabar yah sayang,,” ujr velove
“iya makasih yah,,, tapi ma’af aku udah wudhu,,,,, ayo silahkan duduk,,,” ujr raffi yang menghentikan langkah velove yang hendk memeluknya
Upacara pemakaman pun berjalan dengan lancar,
“tante, raffi,,, kita pulang dulu yh,,, sekli lagi kita turut berduka cita,,,” ujar gigi
“tante yang sabar, “ ujar kia
“kalo butuh pa apa tinggal bilang ke kita ga usah sungkn sungkan tante” imbuh irwan


link part 10 : http://mywifemylittlefriendpart10.blogspot.com/



Tidak ada komentar:

Posting Komentar